Kamis, 12 Januari 2012

perubahan sosial


BAB I
Pendahuluan
Dalam kehidupanya setiap individu pasti mengalami perubahan,baik perubahan kecil maupun perubahan besar.perubahan hanya akan ditemukan oleh orang-orang yang sempat membandingkan kehidupan yang satu dengan kehidupan yang lain.artinya membandingkan kehidupan masa sekarang dengan masa lampau yang berbeda,dan perbedaan-perbedaan itulah akibat dari perubahan.perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat itulah yang disebut perubahan sosial.jika di telaah secara sepintas memang terdapat perbedaan antara tempat yang satu dengan yang lain,misalnya saja di kota yang terlihat perbedaan yang sangat mencolok dibandingkan desa yang terkesan bertahan pada kondisi tertentu atau disebut statis.tetapi pada dasarnya tidak ada suatu masyarakatpun yang berhenti pada suatu titik tertentu.masyarakat tertentu tetap mengalami perubahan tetapi intensitasnya sedikit sekali,melihat kenyataan ini para sosiolog mengklasifikasikan dua jenis masyarakat yaitu masyarakat statis dan masyarakat dinamis.dikatakan statis apabila masyarakat tersebut sedikit sekali mengalami perubahan dan dikatakan dinamis apabila telah mengalami banyak perubahan diberbagai aspek kehidupanya.
            Perubahan-perubahan sosial dalam masyarakat dapat meliputi nilai sosial,norma sosial,pola perilaku organisasi,interaksi sosial dan sebagainya.oleh karena itu,karena luasnya bidang dalam perubahan sosial,seseorang yang akan melakukan penelitian,terlebih dahulu harus menentukan perubahan apa yang dimaksudkan.seperti yang terdapat pada materi yang akan dikaji dalam bab selanjutnya,para ahli sosiologi mengkaji beeberapa aspek sosiologi seperti leonard W.Doob mengkaji perubahan masyarakat yang beradab dalam komunitas masyarakat,Rogers membahas mengenai teori difusi inovasi,Ogionwo yang mangkaji karakteristik adopsi inovasi pada petani di nigeria,David C.McClelland tentang motivasi keberhasilan,serta Alex dan David H.Smith tentang modernisasi individual.
BAB II
PERMASALAHAN

Rumusan Masalah
1.      Bagaimana proses perubahan yang terjadi dalam diri individu dalam hubunganya dengan modernisasi?
2.      Bagaimana proses inovasi bisa berkembang?
3.      Mengapa adopsi inovasi bisa berjalan?
4.      Mengapa manusia membutuhkan Motivasi untuk menuju keberhasilan?
5.      Bagaimana modernisasi berpengaruh terhadap individu di negara berkembang?

















BAB III
PEMBAHASAN


1.      Studi ini dilakukan oleh Leonard W.Doob  tentang bagaimana menjadi lebih beradab.
Sebelumnya menulis karya yang hampir berkaitan dengan karya yang ia tulis ini.ia menulis mengenai orang-orang yang kurang beradab dalm masyarakatnya.dalam bukunya hipotesis awal Doob  ini sangat berkaitan erat dengan modernisasi.doob menggunakan kategori tradisional,transisional,dan modern seperti yang perneh dikemukakan oleh lerner.dalam wawancara Doob menemukan hipotesis bahwa orang yang cara hidupnya berubah dari lama ke baru itu cakrawalanya lebih luas.ini terbukti karena orang yang bertahan pada sikap tradisionalnya hanya berubah pada hal-hal yang tertentu saja.pendapat ini diperkuat oleh teori dari Selo Soemardjan mengatakan perubahan pada lembaga masyarakat mempengaruhi sistem sosialnya artinya disini bahwa perubahan terjadi pada semua aspek kehidupan.orang yang dihadapkan banyak alternatif ternyata cenderung bertahan kepada kehidupan tradisional.pada orang berpendidikan ternyata hampir tidak pernah terjadi setidaknya seorang anggota dari sebuah sampel tidak setuju dengan nilai-nilai tradisional meskipun ketradisionalan mereka masih sangat lemah.doob menghubungkan ini dengan gejala sinkretisme baik dalam bidang agama dan kepercayaan serta praktek magi-tendensi magi tradisional.ia mngemukakan bahwa orang yang pada intinya berubah,kemungkinan besar akan tetap mengalami konflik batiniah sehubungan dengan untung ruginya nilai-nilai baik yang lama maupun yang baru.dalam kondisi ini kemungkinan besar akan timbul salah paham terhadap mereka yang tidak berubah,mereka yang sedang berubah dan mereka ynag telah berubah.
            Proses perubahan ternyata tidak bisa dilakukan secara sekaligus dalam semua aspek,tetapi proses perubahan dilakukan secara sedikit demi sedikit.demikian juga dengan perilaku manusia,suatu bentuk baru dari perilaku sangat sulit untuk dipelajari.teori ini berkaitan dengan teori inovasi milik rogers.doob mengemukakan mudahnya orang berganti dari tata kehiduppan lama ke kehidupan baru karena mereka sudah mengerti tujuan sentral yang lebih tinggi daripada bentuk khusus yang diubah.tujuan sentral itu menjadi lebih beradab atau lebih kompleks.dalam hubungan ini sebagai contoh orang afrika yang di abad dua puluh ini  mengadakan penyesuaian yang berhasil di dunia.mereka mengadopsi cara-cara barat dengan cepat dan lengkap.contoh lain misalnya di jepang sejak terajadinya restorasi meiji dianggap sebagai contoh yang cukup mencolok.dari kenyataan ini dia mengemukakan hipotesisnya bahwa orang yang tetap memiliki nilai-nilai sentral yang kuat ,memiliki motivasi untuk belajar bentuk tingkah laku yang segmental dan terlihat tidak bertentangan dengan nilai-nilai tersebut.
2.      Inovasi bisa berkembang
Teori inovasi ini dikemukakan oleh M.Roggers  mula-mula melakukan studi tentang inovasi pertanian.esensi dari teori ini Inovasi menjelaskan proses bagaimana suatu inovasi dikomunikasikan melalui saluran-saluran tertentu sepanjang waktu kepada sekelompok anggota dari sistem sosial.teori ini kemudian diperkuat dengan teori difusi inovasi yang dikemukakan Parker yang mendefinisikan difusi sebagai suatu proses yang berperan memberi nilai tambah pada fungsi produksi atau proses ekonomi. Difusi merupakan suatu tahapan dalam proses perubahan teknik (technical change). Menurutnya difusi merupakan suatu tahapan dimana keuntungan dari suatu inovasi berlaku umum.penelitian roggers di wisconsin menyimpulkan bahwa petani denmark jauh lebih inovatif daripada keturunan polandia meskipun keduanya imigran dalam lingkungan kebudayaan yag sama di sebuah negara amerika.roggers mendefinisikan inovasi sebagai sebuah gagasan yang dianggap baru oleh individu yang bersangkutan.sedangkan difusi adalah proses penyebaran gagasan dari sebuah sumber penemuanya ditemukan oleh individu yang kreatif sampai para pemakainya.sedangkan sifat dari pemakai meliputi 3 tahap.tahap tersebut masing-masing diberi nama kesadaran(awardness),percobaan(trial),dan adopsi.secara keseluruhan masa adopsi adalah masa ketika individu mendengar gagasan sampai melakukanya sepenuhnya.istilah inovativeness adalah istilah yang digunakan roggers untuk kecenderungan individu mengadopsi inovasi.kemampuan inovasi seseorang dibedakan antara lain inovator,pengedopsi cepat,mayoritas awal dan mayoritas lambat.
            Proses adopsi sendiri dibedakan menjadi 5 tahap yaitu kesadaran,perhatian,evaluasi,percobaan,dan adopsi.itu semua tidak terlepas dari sifat inovasi,jika inovasi dapat dengan mudah dan cepat diadopsi maka kelebihanya dapat dengan mudah dibandingkan dengan metode yang sudah ada.jika sesuatunya sama,inovasi yang diadopsi dengan segera itulah yang dapat dibagi.diharapkan para pemakai akan dapat mencoba metode baru secara kecil-kecilan tetapi kondisi ini hanya bisa dilakukan pada inovasi yang sama.dilihat dari perubahan di beberapa negara miskin roggers mengemukakan yang cepat,mengadakan adopsi adalah bagi mereka yang lebih muda,status sosial yang lebih tinggi dan lebih kaya.ini sebagai akibat karena jika percobaan mereka gagal tentu kekayaan mereka yang menopangnya.
            Pengambil alih inovasi dibedakan menjadi 2 yaitu pengambil alih awal dan lambat.awal bagi mereka yang mendapat informasi secara non personal sedangkan lamban bagi mereka yang ,mendapat informasi secara personal misalnya dari keterangan tetangga atau rekan dalam pekerjaan.pada bagian terakhir rogers meminta untuk memberi perhatian yang lebih kepada para agen perubahan karena mereka memberi peranan yang  penting.
3.      Proses adopsi inovasi bisa berjalan
Meneruskan teori milik roggers,william ogionwo mempelajari secara terperinci karakteristik adopsi inovasi.sebelum mangkaji lebih lanjut kita perlu melihat teori yang dikemukakan oleh tokoh lain slah satunya koentjaraningrat menurutnya,suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama disebut inovasi.melihat pengertian yang dikemukakan oleh koentjaraningrat,kita perlu mengkaji penelitian yang dilakukan oleh ogionwo,ia melakukan penelitian di antara seribu petani di pedesaan nigeria.di nigeria dan beberapa tempat yang lain jelas terlihat bahwa petani yang inovatif kehidupanya lebih baik.tendensi perubahan menunjukan orang yang berkata telah siap melakukan perubahan telah terbukit melaksanakanya baik dalam praktek maupun kata-kata.faktor lain yang sangat berpengaruh adalah rasionalitas meliputi penggunaan pertimbangan,perencanaan dan sumber informasi serta nasihat sebagai sarana untuk mencapai tujuan.petani yang inovatif ternyata terbukti melakukan kemampuanya sendiri daripada mendengar perkataan orang lain.
Sikap pasrah,trdisionalisme,dan kekeluargaan tebukti tidak banyak korelasinya dengan dengan inovasi.ini jelas bertentangan dengan asas modernisasi bahwa tradisi dan modernitas itu saling berlawanan.orang menggunakan metode baru karena metode baru tersebut dipikir dapat membantu untuk mencapai tujuan tradisionalnya.proses perolehan informasi ternyata memiliki rincian yang berbeda-beda.berkaitan dengan penggunaan dan efektivitas dari media yang digunakan.kebanyakan petani di nigeria mengunakan radio untuk mendengarkan informasi khusus pertanian,kemudian selanjutnya media cetak dan yang paling sedikit siaran cetakan yang khusus ditujukan kepada petani.tetapi cara yang paling efektif meliputi hubungan pribadi antar tetangga baru kemudian disusul oleh penyuluhan lisan petugas pertanian.keluar dari penggunaan arus informasi,inovasi bisa dilaksanakan tergantung dari sifat individu itu sendiri karena dalam pemberian keputusan ia melakukanya atau tidak itu dipengaruhi oleh kelompoknya secaara kolektif. 
4.      Motivasi menuju keberhasilan
Teori ini dikemukakan oleh david C.Mclelland Menurut hasil penelitian McClelland, dia menjelaskan bahwa seseorang dianggap mempunyai motivasi untuk berprestasi jika ia mempunyai kepercayaan bahwa kebutuhan untuk berprestasi itu adalah suatu yang berbeda dan dapat dibedakan dari kebutuhan-kebutuhan lainnya yang dibedakan oleh masing-masing individu yang memiliki naluri dan kebutuhan yang berbeda. Teori motivasi lain dikemukakan oleh Frederick Winslow Taylor. Menurut teori ini,motivasi para pekerja hanya untuk dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan bologis saja. Kebutuhan biologis adalah kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang.teori yang dikemukakan oleh taylor tentu kurang luas pembahasanya,kerena hanya mencakup bidaang tertentu saja.berbeda dengan teori yang dikemukakan oleh david C.McClelland ia membahas teori motivasi yang lebih luas. ia menyebut kebutuhan untuk berhasil dengan ‘n Ach’.n Ach dipengaruhi oleh achievement dan keberhasilan.winterbottom kemudian menambahkan bahwa perkembangan n ach itu terjadi pada masa kanak-kanak.dalam kondisi ini peran orang tua sangat diperlukan karena berkaitan dengan pembentukan kepribadian.mcCleland berpendapat ada hubungan erat n Ach dengan pendapatan nasional dan tenaga listrik. Ternyata terdapat korelasi yang positif dengan pertumbuhan ekonomi walupun dalam jangka agak lama dan korelasi yang signifikan dengan angka produksi listrik.kondisi ini dapat diimplikasikan di negara miskin karena motivasi keberhasilan tanpa pengecualian terbukti berhubungan dengan perkembangan ekonomi.meskipun ada tenggang waktu yang agak lama mulai penanaman n Ach sampai anak-anak  menjadi dewasa.dalam jangka panjang ternyata hal tersebut dapat berpengaruh terhadap pembangunan selanjutnya.dari  beberapa kesimpulan diatas,McCleland memberikan saran antara lain:
v  Kepemimpinan negara hendaknya menggunakan mistik keberhasilan
v  Menganjurkan motivasi bagi pengusaha
v  Diadakan program pendidikan yang tinggi
5.      Modernisasi Individual yang berpengaruh khususnya di negara berkembang

Pemahaman ini dikenalkan oleh Alex inkelas dan David H.Smith pada tahun 1960 dengan melakukan studi modernisasi individual di enam negara berkembang Untuk menjelaskan hal ini, Inkeles dan Smith mengambil teori Karl Marx menyatakan bahwa kesadaran manusia ditentukan oleh lingkungan materialnya. Hubungan manusia dengan alat produksinya memberi bentuk dan isi pada kesadarannya. Pendapat ini tampaknya dibenarkan oleh hasil penelitian Inkeles dan Smith, dimana manusia tradisional berubah menjadi manusia modern karena bekerja pada lembaga-lembaga kerja yang modern seperti misalnya di pabrik-pabrik.melihat dari pemaparan diatas,sampel dilakukan pada pekerja industri,non industri,dan penduduk pedesaan.wawancara pertama tersebut untuk mengukur modernitas menyeluruh (OM, overall modernity) hipotesisnya asli yang hendak diuji bahwa ada sindrom modernitas yaitu suatu tendensi dari semua sifat secara bersamaan dengan kemampuan yang kuat dan menaruh  perhatian kepada peristiwa di dunia.Analisis pertama menunjukan bahwa menunjukan bahwa modernitas individual itu berhubungan dengan pendidikan sekolah,serta pengalaman kerja di pabrik.melihat kenyataan yang ada,dicurigai ada kesesatan parsialisasi.mereka berpendapat bekerja di pabrik mengandung arti kehidupan di kota padahal paradigma ini perlu dipisahkan.Bahwa pendidikan sekolah sangat penting sekali,dianalisis dengan teknik korelasi parsial.ternyata pengalaman di pabrikpun sangat berkaitan dengan modernitas,sebagai pengaruh modernisasi,pengalaman di pabrikpun hanya kalah dengan pendidikan sekolah.kecuali bagi mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan sekolah.

Penutup
            Demikian dapat kami uarikan secara singkat mengenai aspek perubahan sosial dalam sosiologi.Setiap manusia hidup pasti mengalami perubahan,baik perubahan yang mencolok maupun tidak,perubahan yang terbatas maupun tidak,dan perubahan yang berjalan secara lembat maupun cepat.perubahan hanya akn ditemukan pada orang-orang yang mengerti perbedaan susunan dan kehidupan masyarakat dari suatu masa ke masa yang lainya.artinya bisa membandingkan perbedaan kehidupan masyarakat lampau dengam masyarakat masa kini.pandangan seperti inilah yang menggerakan para peneliti untuk meneliti lebih jauh mengenai perubahan sosial.di mulai dari Leonard W.Doob dalam penelitianya terhadap masyarakat yang beradab dalam kaitanya dengan modernisasi.menurutnya masyarakat melakukan perubahan tidak bisa secara langsung menyeluruh,tetapi perubahan dilakukan secara sedikit demi sedikit.pada kondisi ini mulai tampak perubahan dari tidak beradab menjadi lebih beradab.perubahan terjadi karena adanya inovasi,teori inovasi ini dikemukakan oleh rogers.bahwa inovasi dikomunikasikan melalui saluran-saluran tertentu kepada sejumlah kelompok yang akan menerima perubahan.proses penyaluran inovasi bisa diterima jika kelompok atau individu tersebut siap menerima inovasi,jadi bisa dikatakan sebaik apapun inovasi belum tentu bisa tersalurkan dengan baik karena tergantung dari kelompok itu sendiri mau menerimanya atau tidak,seperti yang dikemukakan oleh ogionwo.
Suatu kepercayaan pada diri seseorang untuk bisa jadi lebih baik disebut motivasi.teori motivasi ini dikemukakan oleh David C.McCleland,ia menyebut “n Ach” sebagai sesuatu untuk menuju keberhasilan.menurutnya N Ach sangat berpengaruh terhadap pembangunan suatu negara,terutama pada negara miskin.meskipun ada tenggang waktu yang lama antara masa anak-anak menuju dewasa.jika mengkaji lebih jauh tentang modernisasi itu sendiri,perlu untuk membahas apa yang disebut modernisasi individual seperti yang dikemukakan oleh inkelas dan smith.menurut mereka manusia tradisional berubah menjadi manusia modern karena bekerja pada lembaga-lembaga kerja yang modern.

Daftar Referensi
Alex Inkelas dan David H.Smith,Becoming Modern,London:Heinemann,1974.
Soekanto,soerjono.Sosiologi Suatu Pengantar,Jakarta:PT Raja Grafindo Perkasa.2007
Soyomukti,Nurani.Pengantar Sosiologi,Jogjakarta:Ar-Ruz Media,2010
http://mustainfisip.wordpress.com/2009/12/11/teori-pembangunan,diakses pada tanggal 2 januari 2012


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar