Kamis, 12 Januari 2012

komunikasi model schram


Model Schramm
Dalam sebuah artikel “How Communication Works” yang dipublikasikan tahun 1954, Wilbur schramm membuat 3 model yang dimulai dari komunikasi manusia yang sederhana, kemudian mengembangkan dengan memperhitungkan pengalaman dua individu hingga model komunikasi yang interaktif.
Menurut Schram komunikasi senantiasa membutuhkan setidaknya 3 unsur :
Ø  sumber bisa berupa : - seorang individual berbicara, menulis , menggambar,
       bergerak
    - sebuah organisasi komunikasi (koran, rumah produksi,
                               televisi)
Ø  pesan dapat berupa tinta dalam kertas, gelombang suara dalam udara, lambaian tangan, atau sinyal-sinyal lain yang memiliki makna.
Ø  Sasaran dapat berupa individu yang mendengarkan, melihat, membaca, anggota dari sebuah kelompok seperti diskusi kelompok, mahasiswa dalam perkuliahan, khalayak massa, pembaca surat kabar, penonton televisi,dll.
Schramm melihat komunikasi sebagai usaha yang bertujuan untuk menciptakan commonness antara komunikator dan komunikan. Hal ini karena komunikasi berasal dari kata latin communis yang artinya common (sama).


            Schramm mengenalkan konsep field of experience, yang menurut Schramm sangat berperan dalam menentukan apakah komunikasi diterima sebagaimana yang diinginkan oleh komunikan. Schramm menekankan bahwa tanpa adanya field of experience yang sama (bahasa yang sama, latar belakang yang sama, kebudayaan yang sama, dll) hanya ada sedikit kesempatan bahwa suatu pesan akan diinterpretasikan dengan tepat. Dalam hal ini model schramm diatas adalh pengembangan dari model Shannon dan Weaver. Schramm mengatakan bahwa pentingnya feedback adalah suatu cara untuk mengatasi masalah noise. Menurut Schramm feedback membantu kita untuk mengetahui bagaimana pesan kita diinterpretasikan.

      Sumber dapat menyandi dan sasaran dapat menyandi balik pesan berdasarkan pengalaman yang dimilikinya masing2.
      Jika wilayah irisan semakin besar, maka komunikasi lebih mudah dilakukan, --efektif.

Pada model ini Schramm percaya bahwa ketika komunikan memberikan umban balik maka ia akan berada pada posisi komunikator (source). Setiap individu dilihat sebagai sumber sekaligus penerima pesan dan komunikasi dilihat sebagai suatu proses sirkular daripada suatu proses satu arah seperti pada dua model Shramm sebelumnya. Model yang ketiga ini disebut juga model Osgood dan Schramm.

Model Newcomb
Menurut Newcomb bentuk situasi komunikasi yang paling sederhana digambarkan oleh situasi dimana Mr. A berbicara dengan Mr.B tentang sesuatu hal yang dilabeli X atau dikenal juga dengan “AtoBreX situation”. Model ini juga dikenal sebagai teori keseimbangan (Bettinghaus, 1968:67).
                                                                                     
                                                                       
 A= Source
 B = Receiver
 C = Object / concept





Ada 6 situasi yang mungkin muncul dalam “AtoBreX situation” :
A.                                                                             
  ini terjadi pada situasi dimana A dan B saling suka satu sama lain              dan mereka memiliki sikap yang sama terhadap X.        

    +   + 
         

                          +
                      Balance                                                                                                                                                   

B.                       ini terjadi pada situasi komunikasi dimana A dan B saling suka
                             satu sama lain tetapi mereka tidak sependapat tentang  X. 
                       

               +  -
                 




                                    +
                        imbalance
C.
                      Ini terjadi pada situasi komunikasi dimana A dan B saling
                  suka satu sama lain dan mereka sama-sama tidak suka terhadap
                        X.       
          --
             




                         +
                    balance
                         
                    

D.
                       Ini terjadi pada situasi komunikasi dimana A dan B tidak memiliki
                   positive attitudde (tidak saling suka) tetapi mereka sama- sama
                menyukai X.

       +   +




                           -
                   imbalance
                 

E.                                            
                                    Ini terjadi pada situasi komunikasi dimana A dan B sama-sama
                        memiliki negative attitute dan mereka memiliki pandangan yang                   berbeda terhadap X.  

     +  -




                                    -
                                balance


                                     
                                

F.
                                    Ini terjadi pada situasi komunikasi dimana A dan B sama-sama
                                    tidak suka satu sama lain tetapi mereka juga sama-sama tidak
                                    suka terhadap X.
      --

  imbalance


A Ritual Model of communication

Seperti yang sudah dijelaskan pada model-model awal komunikasi bahwa proses komunikasi bersifat linear (satu arah ). Proses dari sumber ke tujuan. Perkembangan terbaru dari model komunikasi menawarkan adanya interaksi, umpan balik, dan paradigma interpretative dalam komunikasi antar manusia. James Carey (1975) yang mulai mengkritisi model “transmisi” . Dia memberikan pandangan alternatif yaitu model ritual. Karena komunikasi berhubungan dengan berbagi (sharing), partisipasi, asosiasi, kenggotaan dan kepercayaan yang sama.
Model Ritual tidak diarahkan untuk perluasan pesan tetapi kepada pemeliharaan masyarakat dan bukan pada tindakan dalam memberikan/menyampaikan informasi tetapi pada terciptanya kepercayaan bersama.
Ritual atau model komunikasi ekspresif bergantung pada berbagi makna / pemahaman. Pesan dalam model komunikasi ritual biasanya bersifat laten dan ambigu tergantung pada asosiasi-asosiasi pesan yang tidak dipilih oleh partisipan tetapi sudah tersedia / dikondisikan oleh kebudayaan. Saluran dan pesan biasanya susah untuk dipisahkan. Komunikasi ritual juga relatif tidak lekang dimakan waktu dan tidak berubah.
Model pohon natal dari komunikasi ritual menggambarkan hal tersebut, di dalam satu kebudayaan sedikitnya, menandakan gagasan dan nilai-nilai keramahtamahan, persahabatan/beasiswa dan perayaan yang (mana) secara luas dipahami bersama, sekalipun hanya samar-samar dan dengan berbagai cara. 
Model ini diterapkan pada periklanan dan politik. Prinsip-prinsip model ritual seringkali dieksploitasi (penggunaaan simbol-simbol tertentu, tampilan-tampilan laten untuk nilai-nilai budaya dan tradisi ) (windahl )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar