Kamis, 12 Januari 2012

LINGKUPAN FILSAFAT ILMU FILSAFAT ILMU DAN DASAR DASAR LOGIKA




RUMUSAN MASALAH
Menelaah berbagai konsep tentang lingkupan filsafat ilmu
Menjabarkan teori-teori filsafat ilmu yang dibahas oleh para filsuf

PEMBAHASAN
*tulis tentang konsep filsafat ilmu, pengertian-pengertian
a)     Peter Angeles
Filsafat ilmu mempunyai empat bidang konsentrasi utama:
1.     Mengenai berbagai konsep pra anggapan metode ilmu, analisis, perluasan, penyusunan untuk memperoleh pengetahuan yang ajeg dan cermat.
2.     Pembenaran mengenai proses penalaran dalam ilmu beserta struktur perlambangnya.
3.     Mengenai saling kaitan diantara berbagai ilmu.
4.     Mengenai akibat-akibat pengetahuan ilmiah bagi hal-hal yang berkaitan dengan penerapan dan pemahaman manusia terhadap realitas,hub.logika dan matematika dengan realitas,entitas teoritis,sumber dan keabsahan pengetahuan,serta sifat dasar kemanusiaan.

b)    A. Cornelius Benjamin
Pokok tentang filsafat ilmu dibagi dalam 3 bidang:
1.     Mengenai metode ilmu, lambang ilmiah, dan struktur logis dari sIstem perlambang ilmiah yang menyangkut logika dan teori pengetahuan, dan teori umum tentang tanda.
2.     Mengenai konsep dasar,praanggapan,dan pangkal pendirian ilmu,berikut landasan-landasan empiris,rasional,atau pragmatis yang menjadi tempat tumpuannya.
3.     Mengenai saling kait diantara berbagai ilmu dan implikasinya bagi suatu teori alam semesta.

c)     Arthur Danto
Filsuf ini menyatakan sebagai berikut:
Lingkupan filsafat ilmu cukup luas. Pertama, mencakup persoalan-persoalan konsep yang demikian erat bertalian dengan ilmu itu sendiri sehingga pemecahaanya dapat seketika dipandang sebagai suatu sumbangan kepada ilmu daripada kepada filsafat. Kedua, persoalan-persoalan begitu umum dengan suatu pertalian filsafati sehingga pemecahannya merupakan suatu sumbangan kepada metafisika atau epistemology seperti kepada filsafat ilmu yang sesungguhnya.
            Rentangan masalah-masalah yang diselidiki oleh filsuf-filsuf ilmu dapat demikian sempit sehingga menyangkut keterangan tentang suatu konsep tunggal yang dianggap penting dalam suatu cabang ilmu tunggal, dan begitu umum sehingga bersangkutan dengan ciri-ciri structural yang tetap bagi semua cabang ilmu yang diperlakukan sebagai suatu himpunan yang benar.

d)    Edward Madden
Filsuf ini berpendapat bahwa lingkupan filsafat umum terbagi menjadi 3 bidang yaitu:
1.     Probabilitas
2.     Induksi
3.     Hipotesis

e)     Ernest Nagel
Filsuf ini menyimpulkan bahwa filsafat ilmu mencakup tiga bidang luas:
1.     Pola logis yang ditunjukkan oleh penjelasan dalam ilmu
2.     Pembentukan konsep ilmiah
3.     Pembuktian keabsahan kesimpulan ilmiah

f)      P. H. NidditcH
Filsuf ini mengambarkan lingkupan filsafat ilmu dalam serangkaian pembagian dwi bidang yang saling melengkapi, yaitu:
1.     Logika ilmu yang berlawanan dengan epistemology  ilmu.
2.     Filsafat ilmu-ilmu kealaman yang berlawanan dengan filsafat ilmu-ilmu kemanusiaan.
3.     Filsafat ilmu yang berlawanan dengan telaah masalah-masalah filsafati dari sesuatu ilmu khusus.
4.     Filsafat ilmu yang berlawanan dengan sejarah ilmu.
5.     Filsafat ilmu mengenai hubngan ilmu dengan agama

g)     Israel Scheffler
Filsuf ini berpendapat bahwa filsafat ilmu mencari pengetahuan umum tentang ilmu yang ruang lingkupnya mencakup tiga bidang:
1.     Peranan ilmu dalam masyarakat:
Bidang ini menelaah hubungan-hubungan antara factor-faktor kemasyarakatan dan ide-ide ilmiah.
2.     Dunia sebagaimana digambarkan oleh ilmu:
Bidang ini berusaha melukiskan asal mula dan struktur alam semesta menurut teori-teori yang terbaik dan penemuan-penemuan dalam kosmologi.
3.     Landasan-landasan ilmu:
Bidang ini menyelidiki metode umum, bentuk logis, cara penyimpulan dan konsep dasar dari ilmu-ilmu.

h)    J. J. C. Smart
Filsuf ini menganggap filsafat ilmu mempunyai 2 komponen utama:
1.     Bahasan analitis dan metodologis tentang ilmu.
2.     Penggunaan ilmu untuk membantu pemecahan problem-problem filsafati.

i)       Marx Wartofsky
Menurut filsuf ini rentangan luas dari soal-soal interdisipliner dalam filsafat ilmu meliputi:
1.     Perenungan mengenai konsep dasar, struktur formal dan metodologi ilmu.
2.     Persoalan-persoalan ontology dan epistemology yang khas bersifat filsafati dengan pembahasan yang memadukan peralatan analitis dari logika modern dan model konseptual dari penyelidikan ilmiah.
Untuk memberikan gambaran mengenai ruang lingkup dan topic persoalan dari filsafat ilmu dewasa ini, berikut dikutipkan rincian lengkap yang dikemukakan dalam encyclopaedia Britannica, 15 th edition:
1.     Sifat dasar dan lingkungan filsafat ilmu dan hubungannya dengan cabang-cabang ilmu lain: aneka ragam soal dan metode-metode lampiran terhadap filsafat ilmu.
2.     Perkembangan historis dari filsafat ilmu.
a.     Masa-masa purba dan abad tengah
b.     Abad XVII
c.      Abad XVIII
d.     Sejak awal abad XIX sampai perang dunia I
e.     Perbincangan abad XX
3.     Unsur-unsur usaha ilmiah.
a.     Unsur-unsur empiris, konseptual dan formal serta tafsiran teoritisnya.
b.     Prosedur empiris dari ilmu
                                                                                                              i.      Pengukuran
                                                                                                            ii.      Perancangan percobaan
                                                                                                          iii.      Penggolongan
c.      Struktur formal ilmu.
d.     Perubahan konseptual dan perkembangan diri.
4.     Gerakan-gerakan pemikiran ilmiah: prosedur dasar dari perkembangan intelektual dalam ilmu.
a.     Penemuan ilmiah.
b.     Pembuktian keabsahan dan pembenaran dalam konsep dan teori baru.
c.      Penyatuan teori-teori dan konsep-konsep dari ilmu-ilmu yang terpisah.
5.     Kedudukan filsafati dari teori ilmiah
a.     Kedudukan proposisi ilmiah dan konsep dari entitas.
b.     Hubungan antara analisis filsafati dan praktek ilmiah.
6.     Pentingnya pengetahuan ilmiah bagi bidang-bidang lain dari pengalaman dan soal manusia: kepentingan social dari ilmu dan sikap ilmiah: keterbatasan usaha ilmiah.
7.     Hubungan antara ilmu dengan pengetahuan humaniora: persoalan tentang perbedaan antara metodologi ilmiah dan metodologi humaniora.
            Berdasarkan perkembangan filsafat ilmu sampai dewasa ini, filsuf pengamat sejarah John Losee menyimpulkan bahwa filsafat ilmu dapat digolongkan menjadi 4 konsepsi:
a.     Filsafat ilmu yang berusaha menyusun pandangan-pandangan dunia yang sesuai atau berdasarkan teori-teori ilmiah yang penting.
b.     Filsafat ilmu yang berusaha memaparkan praanggapan dan kecenderungan para ilmuwan (misalnya praanggapan bahwa alam semesta mempunyai keteraturan).
c.      Filsafat ilmu sebagai suatu cabang pengetahuan yang menganalisis dan menerapkan konsep dan teori dari ilmu.
d.     Filsafat ilmu sebagai pengetahuan kritis derajat kedua yang menelaah ilmu sebagai sasarannya.

Dalam konsepsi Losee pengetahuan manusia mengenal 3 tingkatan:

Tingkat 0: fakta-fakta
Tingkat 1: penjelasan mengenai fakta-fakta. Ini dilakukan oleh ilmu.
Tingkat 2: analisis mengenai prosedur dan logika dari penjelasan ilmiah. Ini merupakan bidang filsafat ilmu.

Filsafat ilmu sebagai pemikiran tingkat 2 melakukan analisis terhadap ilmu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berikut:

a)     Cirri-ciri apakah yang membedakan penyelidikan ilmiah dari ragam-ragam penyelidikan lainnya ?
b)    Prosedur apakah yang harus ditempuh para ilmuwan untuk menyelidiki alam ?
c)     Persyaratan apakah yang harus dipenuhi agar suatu penjelasan ilmiah betul ?
d)    Apakah kedudukan kognitif dari dalil dan asas ilmiah ?











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar