Kamis, 12 Januari 2012

pengertian filsafat ilmu dan pembagian cabang filsafat ilmu menurut para filsuf


Bab I
Pendahuluan

A.    Latar Belakang
Lahir, tumbuh, dan kokohnya ilmu menimbulkan persoalan-persoalan yang berada di luar minat, kesempatan, atau jangkauan dari ilmuwan sendiri untuk menyelesaikannya. Namun, ada sebagian cedekiawan yang berusaha menemukan penyelesaian untuk masalah tersebut yang mana para cendekiawan ini disebut sebagai filsuf (philosophers). Pemikiran para filsuf mengenai filsafat ilmu merupakan filsafat ilmu atau philosophy of science.
Filsafat menurut para ahli secara umum adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen dan percobaan tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, serta memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi itu.
Seiring dengan bermunculannya filsuf, definisi mengenai filsafat ilmu juga semakin beragam, sehingga saat ini terdapat beberapa perbedaan dalam mendefinisikan filsafat ilmu.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut:
1.      dengan menyatukan pendapat para filsuf, apa kesimpulan yang dapat          diambil tentang pengertian filsafat ilmu?
2.      bagaimana pembagian cabang ilmu menurut para filsuf?
C.    Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      untuk mengetahui pengertian filsafat ilmu dengan menyatukan pendapat para ahli.
2.      untuk mengetahui berbagai cabang ilmu pengetahuan menurut berbagai filsuf.
D.    Manfaat
Manfaat dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      menambah pengetahuan mengenai definisi filsafat ilmu.
2.      setelah pengetahuan bertambah, diharapkan ilmu yang telah didapat bisa    diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bab II

Pembahasan

    Definisi Filsafat Ilmu Menurut Para Ahli
Para filsuf (philosophers) dengan pemikiran reflektif mereka berusaha memecahkan persoalan-persoalan yang berada di luar minat, kesempatan atau jangkauan. Pemikiran para filsuf itu mengenai ilmu merupakan filsafat ilmu (philosophy of science). Berbagai definisi philosophy of science dari para filsuf dapat dikutip sebagai berikut:
1.   Robert Ackermann
Filsafat ilmu dalam suatu segi adalah sebuah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan terhadap pendapat-pendapat lampau yang telah dibuktikan atau dalam krangka ukuran-ukuran yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu, tetapi filsafat ilmu demikian jelas bukan suatu cabang ilmu yang bebas dari praktek ilmiah senyatanya

2.   Lewis White Beck
Filsafat ilmu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagi suatu keseluruhan.

3.   Cornelius Benjamin
Cabang pengetahuan filsafat yang merupakan telaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu, khususnya metode-metodenya, konsep-konsepnya dan praanggapan-peranggapanya, serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang-cabang penegtahuan intelektual.



4.   Michael V.Berry
Penelaahan tentang logika interen dari teori-teori ilmiah, dan hubungan-hubungan antara percobaan dan teori, yakni tentang metode ilmiah.

5.   May Brodbeck
Analisis yang netral secara etis dan filsafati, pelukisan, dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu.

6.   Peter Caws
Filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat, yang mencoba berbuat bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman manusia. Filsafat melakukan dua macam hal: di satu pihak, ini membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta, yang menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di pihak lain, filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasab bagi keyakinan atau tindakan, termasuk teori-teorinya sendiri, dengan harapan pada penghapusan ketakajegan dan kesalahan.

7.      Alfred Cyril Ewing
Istilah filsafat ilmu biasanya diterapkan pada cabang logika yang membahas dalam suatu cara yang dikhususkan metode-metode dari ilmu-ilmu yang berlainan.

8.      Antony Flew
ilmu empiris yang teratur menyajikan hasil yang paling mengesankan dari rasionalitas manusia dan merupakan salah satu dari calon yang diakui terbaik untuk pengetahuan. Filsafat ilmu berusaha menunjukkan dimana letak rasionalitas itu; apa yang khusus mengenai penjelasan-penjelasannya dan kontruksi-kontruksi teorinya; apa yang memisahkannya dari perkiraan dan ilmu-semu serta membuat ramalan-ramalannya dan berbagai teknologi berharga untuk dipercaya; yang terpenting apakah teori-teorinya dapat diterima sebagai mengungkapkan kebenaran tentang suatu realitas objektif yang tersembunyi
9.   A. R. Lacey
Terutama studi tentang bagaimana ilmu bekerja atau seharusnya bekerja. Studi tentang bagaimana ini melakukan biasanya diterima sebagai suatu petunjuk yang layak tentang bagaimana ini seharusnya. Studi ini sering disebut metodologi, suatu istilah yang dapat juga bersifat relatif, misalnya metodologi sejarah.

10.  John Macmurray
Dalam filsafat ilmu, kita terutama bersangkutan dengan pemeriksaan kritis terhadap pandangan-pandangan umum, prasangka-prasangka alamiah yang terkandung dalam asumsi-asumsi ilmu atau yang berasal dari keasyikan dengan ilmu; tetapi yang bukan sendirinya merupakan hasil-hasil penyelidikan dengan metode-metode yang ilmu memakainya. Ketika saya mendefinisikan filsafat ilmu sebagai penilaian filsuf tentang ilmu itu sendiri, hal inilah yang terdapat dalam pikiran saya.

11.  D. W. Theobald
Ilmu dalam garis besarnya bersangkutan dengan apa yang dapat dianggap sebagai fakta tentang dunia yang kita diami. Filsafat ilmu di pihak lain dalam garis besarnya pula bersangkutan dengan sifat dasar fakta ilmiah – atau dinyatakannya secara lain, bersangkutan dengan fakta-fakta mengenai fakta-fakta tentang dunia.

12.  Stephen R. Toulmin
Sebagai suatu cabang ilmu, filsafat ilmu mencoba pertama-tama menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penyelidikan ilmiah-prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola perbincangan, metode-metode penggantian dan perhitungan, praanggapan-praanggapan metafisis, dan  seterusnya. Dan selanjutnya menilai landasan-landasan bagi kesahannya dari sudut-sudut tinjauan logika formal, metodologi praktis, dan metafisika

Cabang Ilmu Filsafat
Cabang-cabang dari ilmu filsafat secara singkat adalah sebagai berikut:
1. Logika adalah cabang filsafat yang mempelajari aturan atau patokan yang harus ditaati agar orang dapat berpikir dengan tepat, teliti dan teratur untuk mencapai kebenaran.
2. Epistemology salah satu cabang filsafat yang menyoroti, dari sudut sebab pertama, gejalan pengetahuan dan kesadaran manusia. Apakah pengetahuan itu benar dan terpercaya; apakah tetap dan tidak berubah, atau berubah-ubah saja, ataupun bergerak dan berkembang; dan jika yang terakhir itu keadaannya, lalu ke manakah ia; apakah merupakan masalah pribadi ataukah sejauh mana memasyarakat dan menyejarah. Dalam epistemology diusahakan member jawab atas pertanyaaan kemungkinan pengetahuan, tentang batasannya, tentang asal dan jenis pengetahuan.
3. Kritik ilmu yang disebut filsafat ilmu pengetahuanadalah cabang filsafat yang menyibukkan diri dengan teori pembagian ilmu, metode yang digunakan dalam ilmu, tentang dasar kepastian dan jenis keterangan yang diberikan yang tidak termasuk bidang ilmu pengetahuan melainkan merupakan tugas filsafat. Dewasa ini filsafat pengetahuan dirasakan semakin penting.
4. Ontology sering disebut metafisika umum atau filsafat pertama adalah filsafat tentang seluruh kenyataan atau segala sesuatu sejauh itu ‘ada’. Manusia, benda, tumbuh-tumbuhan, binatang adalah suatu pengada, karena itu pengetahuan tentang pengada sejauh mereka ada, disebut ontology. Jadi, metafisika adalah refleksi filsafat kenyataan paling dalam dan paling akhir secara mutlak.
5. Teologi metafisik membicarakan filsafat ke-Tuhan-an atau logos (ilmu) tentang Theos (Tuhan) menurut ajaran agama dan kepercayaan.

Landasan Ilmu
Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia. Landasan(foundation) dari ilmu itu mencangkup:
a. konsep-konsep pangkal
b. anggapan-anggapan dasar
c. asas-asas permulaan
d. struktur-struktur teoritis
e. ukuran-ukura kebenaran ilmiah

Filsafat ilmu merupakan suatu bidang pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekaranya bergantung pada hubungan timbal-balik dan saling-pengaruh antara filsafat ilmu. Istilah yang terdapat dalam kepustakaan asing untuk menyebut bidang pengetahuan ini ialah:
a.       philosophy of science (filsafat ilmu)
b.      theory of science (teori ilmu)
c.       metascience (adil-ilmu)
d.      methodology (metodologi)
e.       science of science (ilmu tentang ilmu)
Filsuf Rudolf Carnap memakai istilah science of science dan memberikan definisi sebagai “analisis dan pelukisan tentang ilmu dari berbagai sudut tinjauan, termasuk logika, metodologi, sosiologi, dan sejarah ilmu”.

D.    Pembagian Ilmu
Konsepsi tentang pembagian ilmu secara kurang tepat disebut penggolongan ilmu atau pengelompokan ilmu, mencmpuradukkan hal-hal yang berlainan sehingga banyak menimbulkan kebingungan atau kekacauan. kejelasan akan lebih tercapai dan kesimpangsiuran bisa terhindar bilamana dibedakan secara tegas pembagian ilmu berdasarkan:
a.  jenis
b.  ragam

kedua hal itu jelas berlainan sehingga hasil pembagiannya juga sama sekali berbeda. Pembagian menurut:
a.      jenis
memakai isi substantif dari pengetahuan ilmiah sebagai dasarnya, biasanya dalam pembagian ilmu menurut jenis orang dapat sertamerta mengetahui secara garis besar sasaran apa saja yang termasuk dalam masing-masing rumpun atau cabang ilmu yang bersangkutan. Contoh:
1.      pembagian ilmu yang dianut secara luas oleh universitas-universitas di Amerika Serikat:
a.       natural sciences
b.      social sciences
c.       humanities
2.   pembagian ilmu dalam undang-undang perguruan tinggi (UU 1961/22):
a.          ilmu agama/kerohanian
b.         ilmu kebudayaan
c.          ilmu sosial
d.         ilmu eksakta dan tehnik
pembagian ini tidak sepenuhnya berdasarkan jenis, melainkan telah berbaur dengan ragam.

b.                 ragam
Menunjukkan suatu ciri tertentu dari segugusan pengetahuan ilmiah. Pada dasarnya pembagian ini tidak merinci berbagai cabang ilmu. Orang tidak dapat seketika memperoleh gambaran tentang apa yang ditelaah ataupun lingkupan masing-masing ragam ilmu yang ditetapkan. Contoh-contoh yang dapat diajukan mengenai pembagian termaksud ialah dikotomi yang berikut:
1. Karl Pearson
a.  abstract sciences
b. concrete sciences
2. William Calvert Kneale
a. a priori sciences
b. empirical sciences
3. Wilson Gee
a. descriptive sciences
b. normative sciences
4. Rudolf Carnap
a. formal sciences
b. factual sciences
5. dwi-pembagian yang terkenal
a. inexact sciences
b. exact sciences
6. dwi-pembagian yang paling terkenal
a.  pure sciences
b. applied sciences
7. Wilhelm Windelband
a. nomothetic sciences
b. idiographic sciences
8.  Hugo Munsterberg
a. theoretical sciences
b. practical sciences
Bab III
Penutup

Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.         Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia.
2.         Ilmu dapat dibagi berdasarkan jenis dan ragam.
        Berdasarkan jenis,  yaitu:
ñ  pembagian ilmu yang dianut secara luas oleh universitas-universitas di Amerika Serikat:
1. natural sciences
                        2. social sciences
                        3. humanities
ñ  pembagian ilmu dalam undang-undang perguruan tinggi (UU 1961/22):
1. ilmu agama/kerohanian
                        2. ilmu kebudayaan
                        3. ilmu sosial
                        4. ilmu eksakta dan tehnik

        Berdasarkan ragam, yaitu:
1. Karl Pearson
        a.  abstract sciences
        b. concrete sciences
2. William Calvert Kneale
        a. a priori sciences
        b. empirical sciences
3. Wilson Gee
        a. descriptive sciences
        b. normative sciences
4. Rudolf Carnap
        a. formal sciences
        b. factual sciences
5. dwi-pembagian yang terkenal
        a. inexact sciences
        b. exact sciences
6. dwi-pembagian yang paling terkenal
        a.  pure sciences
        b. applied sciences
7. Wilhelm Windelband
                        a. nomothetic sciences
        b. idiographic sciences
8.  Hugo Munsterberg
        a. theoretical sciences
        b. practical sciences
Daftar Pustaka

Wikipedia. id.m.wikipedia.org/wiki/filsafat (diakses pada tanggal 24 september 2011)
Tanbihun.com/pendidikan/defiinisi-atau-pengertian-filsafat-dan-ilmu-pengetahuan-serta-perbedaannya (diakses pada tanggal 24 september 2011)
Masbied. www.masbied.com/2011/06/23/pengertian-filsafat/ (diakses pada tanggal 25 september 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar